Detail Berita

SEPAKAT TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU YANG MELAHIRKAN

By Virnanda Virgoriani 14 Sep 2018, 12:01:05 WIB - Kategori: Berita


SEPAKAT TURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU YANG MELAHIRKAN

Banyak cara untuk memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Seperti halnya RSUD Blambangan mempunyai acara untuk memperingati hari kartini yaitu dengan menyelenggarakan seminar tentang kesehatan perempuan (Ibu hamil). Dengan tema Tata Kelola Ante Natal Berbasis Pencegahan Haemorogic Post Partum (HPP) dan Preeklamsi (PE), kegiatan ini berlangsung Selasa (21/4/2018).

Acara yang diadakan oleh RSUD Blambangan ini bertempat di Aula lantai 2 CT-Scan, dan dihadiri Dokter Puskesmas Kabupaten Banyuwangi, Bidan RSUD Blambangan dan Dokter Umum RSUD Blambangan. Dengan narasumber dr. M. Nasir, SpOG (Konsultan Feto Maternal).

Direktur RSUD Blambangan dr.H.Taufiq Hidayat, Sp.And, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui peringatan hari kartini tahun ini, tenaga kesehatan diajak untuk lebih berperan aktif menurunkan angka kematian pada Ibu. Sehingga kita bisa meningkatkan harapan hidup kaum wanita. Seperti yang diketahui di Banyuwangi penyebab terbesar kematian Ibu melahirkan yakni Perdarahan. Maka dari itu dengan adanya seminar kali ini diharapkan tenaga kesehatan dapat lebih kompeten mencegah terjadinya perdarahan dan screening dini Ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi lebih teliti lagi.

Dengan adanya seminar kesehatan ini diharapkan dengan adanya penurunan angka kematian pada Ibu sehingga Ibu di kabupaten Banyuwangi khususnya semakin besar memiliki harapan hidup dan dapat mendidik anak-anaknya sebagai generasi yang unggul. Dan sebagai tenaga kesehatan kita juga merupakan ujung tombak keberhasilan tersebut, tentunya merupakaan suatu kebanggan tersendiri ketika angka kematian pada Ibu tersebut dapat menurun.

Sebagai Rumah Sakit rujukan di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya, maka tim kesehatan RSUD Blambanagan baik di IGD, Poliklinik dan Ruang Rawat Inap harus kompeten dalam menangani berbagai macam kasus termasuk mendeteksi adanya perdarahan yang terjadi setelah ibu melahirkan dan siap dengan segala tindakan pencegahan dan penanganannya dengan trampil dan cekatan. Selain melalui update ilmu kesehatan terkini melalui seminar seluruh petugas tenaga kesehatan juga harus mengantongi sertifikat pelatihan di bidangnya.




BERITA TERKAIT: