Detail Berita

SEKAR KEDATON (Selimut EduKasi Atasi uRutan KEtidakpuasan DAlam Tindakan dan pertolOngan kegawatdaru

By nananghidayat 13 Sep 2021, 12:30:59 WIB - Kategori: Berita


SEKAR KEDATON (Selimut EduKasi Atasi uRutan KEtidakpuasan DAlam Tindakan dan pertolOngan kegawatdaru

BANYUWANGI - Edukasi Non Verbal kepada keluarga pasien melalui selimut Identitas kegawatan pasien. Bertujuan untuk mengurangi rasa tidak puas atau rasa ditelantarkan yang sangat mungkin dirasakan oleh keluarga pengantar pasien, karena pasien IGD ditangani sesuai kegawatan bukan urutan pertama datang ke RS, dan karena sebagian besar masyarakat tidak memahami kriteria kegawat daruratan. SEKAR KEDATON (Selimut EduKasi Atasi uRutan KEtidakpuasan DAlam Tindakan dan pertolOngan kegawatdarurataN) merupakan sistem edukasi nonverbal untuk mengatasi rasa ditelantarkan untuk keluarga atau masyarakat pengantar pasien.

Titik kritis potensi masalah pada pelayanan pasien di Instalasi Gawat Darurat terjadi pada proses penanganan pasien yang didasarkan pada kriteria kegawatan dan kedaruratan, bukan urutan kedatangan pasien di IGD.
Sesuai standard, prioritas utama pelayanan IGD adalah menyelamatkan nyawa. Sedangkan kondisi yang membahayakan nyawa tidak selalu tampak gawat dan darurat bagi masyarakat awam.
Kondisi ini diperparah oleh psikologis pasien dan keluarga yang umumnya berada dalam keadaan panik. Di sisi lain Dokter dan petugas IGD dituntut untuk fokus, teliti dan cepat dalam mengatasi masalah klinis pasien dengan resiko kematian pada pasien yang ditangani. Dokter dan petugas umumnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjelaskan dengan baik, mengapa pasien yang baru datang dan terlihat baik-baik saja harus ditangani terlebih dahulu. Sering keluarga pasien berburuk sangka dan menyebabkan ketegangan yang meruncing, tidak jarang berdampak pada persengketaan dan bahkan berimplikasi hukum.
SEKAR KEDATON merupakan inovasi untuk memanfaatkan media visual berupa selimut dan piranti edukasi visual yang menggambarkan status kegawatdaruratan pasien yang mudah diamati dan difahami oleh keluarga pasien.
Sekar Kedaton memvisualikan hasil pemeriksaan kegawatdaruratan saat pasien datang di IGD dengan klasifikasi:
1.   P1/P2 menyatakan adanya kegawatan sekaligus kedaruratan yang dilambangkan dengan selimut berwarna merah.
2.   P3 menyatakan adanya pasien yang memerlukan perawatan segera namun masih bisa di tunda karena masih dalam kondisi stabil yang di lambangkan dengan selimut berwarna kuning.
3.   P4/P5 menyatakan adanya pasien yang memerlukan perawatan namun masih dapat ditunda yang di lambangkan dengan selimut berwarna hijau.
Penandaan dengan warna selimut ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang tepat dan efek psikologi yang baik bagi keluarga pasien. Ketika pasien berselimut merah ditangani terlebih dulu, keluarga pasien merasa tenang, begitu pula saat pasien berselimut hijau belum ditangani segera, keluarga juga merasa tenang karen penyakit pasien bukan kategori gawat darurat.
Untuk memudahkan pasien dalam memahamai klasifikasi tersebut di siapkan berbagai media informasi tentang klasifikasi warna dan tingkat keparahan penyakit pasien pada aplikasi anddroid untuk pasien RSUD Blambangan, Banner, Poster dan Leaflet untuk keluarga dan masyarakat pengunjung Instalasi Gawat Darurat. Dengan pemahaman yang benar, diharapkan dapat mengurangi jumlah keluhan keluarga pasien yang meminta didahulukan, dapat meningkatkan ketelitian, fokus dan kecepatan petugas untuk penanganan pasien tanpa terganggu oleh kemarahan keluarga pasien.
Parameter keberhasilan program dilakukan dengan pendataan jumlah keluhan keluarga pasien IGD mengenai prioritas pelayanan baik yang dilakukan secara langsung face to face dengan petugas IGD, melalui telpon, WA maupun media sosial yang lain.
Total jumlah pasien di IGD RSUD Blambangan pada bulan Juli 2019 saat uji coba Inovasi SEKAR KEDATON adalah 1581 pasien. Untuk pasien P1/P2 sejumlah 74 pasien, sedangkan pasien P3 sebanyak 679 pasien, dan pasien P4/P5 sejumlah 828 pasien.
Jumlah keluhan yang masuk pada periode Juni 2019 dengan jangka waktu pengukuran 1 bulan, adalah 94 keluhan, dengan 90 keluhan disampaikan secara langsung dan telepon, sementara pada periode Juli 2019 saat uji coba pelaksaan SEKAR KEDATON, keluhan yang tersisa adalah 49 keluhan dimana seluruhnya dilakukan pasien secara langsung dan langsung dijawab oleh petugas, serta pasien tidak lagi dilakukan keluhan melalui medsos. Inovasi Sekar Kedaton berhasil menekan angka keluhan pasien dari 30,3 % menjadi 5 %.



BERITA TERKAIT: