Detail Berita

PAWANG BUMI (PenggunaAn Wadah ANti Global warming untuk Obat, sebagai Upaya Monitoring Terapi)

By nananghidayat 14 Sep 2021, 22:37:56 WIB - Kategori: Berita


PAWANG BUMI (PenggunaAn Wadah ANti Global warming untuk Obat, sebagai Upaya Monitoring Terapi)

BANYUWANGI - Saatini indonesia sedang dalam kondisi darurat sampah plastik. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehtanan (KLHK) mengungkapkan demikian pada tanggal 28 Juli 2019, bahwasanya 70% ikan yang ada di Indonesia saat ini mengandung microplastik. Adapun jumlah sampah yang ada di Indonesia mencapai 65,8 juta ton per tahun sementara sampah plastik sendiri mencapai 7,2 juta ton per tahun.

Permasalahan yang ada di Instalasi Farmasi Rawat Jalan antara lain yaitu tingginya jumlah pemakaian kantong plastik selama kurun waktu setahun sebagai wadah obat selama kunjungan pasien ke depo rawat jalan, dari data penjualan obat selama bulan Juli 2019, total pasien yang mendapatkan plastik dari Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Blambangan seabanyak 12.546 kantong plastik atau setara dengan 43,911 kg plastik. Bila dikalkulasikan dalam tahun, sampah plastik IFRS RSUD Blambangan menyumbang sekitar 527 kg (0,5 ton).

disimpulkan bahwasanya permasalahan yang saat ini ada adalah semakin banyaknya penggunaan kantong plastik dalam pelayanan kefarmasian di depo rawat jalan. Oleh karena itu, Tim Inovasi IFRS RSUD Blambangan menginisiasi inovasi PAWANG BUMI (PenggunaAn Wadah ANti Global warming untuk oBat, sebagai Upaya Monitoring TerapI) agar dapat mengurangi pemakaian kantong plastik serta meningkatkan kepatuhan pasien dalam membawa kartu pengambilan obat sebagai upaya monitoring terapi

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik serta mencegah adanya ketidakpatuhan pasien dalam membawa kartu pengambilan obat di rawat jalan, dintaranya adalah:

2.1. Penyuluhan kepada pasien

Sesuai dengan Undang-undang No. 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, salah satu hal yang dilakukan adalah menghimbau kepada pasien yang membawa tas tempat obat. Namun hal tersebut tidak efektif karena tas yang dibawa terkadang terlalu kecil atau obat yang didapat terlalu banyak. Selain itu petugas juga menghimbau pasien untuk membawa kembali kantong plastik sebelumnya, namun hal tersebut juga tidak efektif mengingat plastik sebelumnya sudah rusak.

2.2.Edukasi Pasien

Salah satu peran apoteker adalah memberikan konseling dan informasi obat kepada pasien saat pasien baru pertama kali masuk ke rumah sakit dengan memberikan kartu catatan pengambilan obat untuk dapat dibawa pulang dan dibawa kembali apabila kontrol di poli manapun yang akan digunakan sebagai monitoring riwayat pengobatan sebelumnya yang didapatkan pasien. Apoteker akan memberikan penjelasan tentang obat yang diterima pasien dan kegunaan obat tersebut dengan menunjukkan data obat yang tertera pada kartu obat tersebut. Hal ini tentunya akan meningkatkan pengetahuan pasien tentang obat yang didapatnya, namun belum efektif karena pasien sering lupa dan mengesampingkan kartu catatan pengambilan obat.

3.1. Belum pernah ada sebelumnya

Belum ada rumah sakit yang menerapkan penggunaan tas berbahan kain sebagai wadah obat untuk pasien kronis yang kontrol ke rumah sakit setiap kali mendapatkan obat yang dapat digunakan untuk menyimpan dokumen dan obat.

3.2. Memastikan obat dan dokumen aman

Dengan adanya tas PAWANG BUMI, dokumen dan keamanan obat akan lebih terjamin maupun kendali obat lebih maksimal dalam upaya monitoring kepatuhan pasien dalam terapinya, karena dapat mengkroscek dan mengontrol sisa obat yang masih dikonsumsi oleh pasien serta obat tidak mudah tercecer.

3.3. Mengoptimalkan biaya untuk belanja kemasan obat

Penggunaan tas berbahan kain yang dapat digunakan berulang kali, tidak cepat rusak, awet dan lebih menjaga kondisi obat tetap aman serta ramah lingkungan dibandingkan dengan pemakaian plastik yang mudah rusak, tidak awet dan tidak ramah lingkungan

3.4. Mencegah laju Global Warming dengan Mengurangi Sampah Plastik

Sebagai upaya pencegahan peningkatan krisis sampah plastik di Indonesia, program PAWANG BUMI merupakan inovasi yang mendukung gerakan Go Green untuk Indonesia yang bebas sampah plastik.




BERITA TERKAIT: