Detail Berita

Bisa Tes Ketajaman Pendengaran

By Virnanda Virgoriani 15 Feb 2019, 08:38:57 WIB - Kategori: Berita


Poliklinik THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) RSUD Blambangan Banyuwangi menyediakan layanan pemeriksaan tes pendengaran. Pemeriksaannya menggunakan Audiometri. Dr.Mashari, Sp.THT, Dokter Poli THT menjelaskan,Pemeriksaan Audiometri adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat atau ambang batas pendengaran seseorang dan jenis gangguannya bila ada.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memakai alat audiogram nada murni di dalam ruang kedap  suara (audioproof chamber).

Audiometri  tidak saja dipergunakan untuk mengukur ketajaman pendengaran, namun juga dapat digunakan untuk menentukan lokalisasi kerusakan anatomis yang menimbulkan gangguan pendengaran. Alat tersebut, digunakan untuk mengetahui derajat ketulian pasien mulai dari tingkat ringan, sedang atau berat.

Di samping itu juga untuk mengetahui jenis tuli konduktif, tuli syaraf (sensorineural) atau tuli campuran. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan pendengaran, telinga berbunyi berdengung (tinitus), rasa penuh di telinga, riwayat keluar cairan dari telinga, riwayat terpapar bising, seperti sopir, pengatur lalu lintas, pekerja pertambangan, pekerja di airport runway.

Selain itu pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada pasien yang bekerja sebagai mekanik mesin atau pekerja pabrik, riwayat trauma, seperti benturan, pukulan atau kecelakaan, riwayat pemakaian obat ototoksik, mempunyai riwayat gangguan pendengaran atau riwayat tuli pada keluarga, dan gangguan keseimbangan.

Dengan pemeriksaan ini diharapkan dapat mencegah lebih dini adanya suatu penyakit, pengobatan atau pasien membutuhkan alat bantu mendengar atau pendidikan khusus. Pemeriksaan ini tidak membutuhkan persiapan khusus ( bisa dilakukan setiap saat) dan bisa dilakukan mulai dari usia 5 tahun keatas, asalkan pasien kooperatif. Untuk pemeriksaan Audiometri RSUD Blambangan buka setiap senin s/d sabtu. Untuk pendaftaran Poliklinik THT Senin s/d Kamis jam 07.00 – 11.30, Jum’at 07.00 – 10.00 dan Sabtu 07.00 – 10.30.

Prinsip pemeriksaannya adalah bermacam macam frekuensi dan intensitas suara (dB) ditransfer melalui headset atau bone conducter ke telinga atau mastoid dan batasan intensitas suara pasien yang tidak dapat didengar dicatat (recorded) melalui program komputer berupa grafik. Tahapan selanjutnya setelah selesai semuanya dilanjutkan analisa dan disimpulkan oleh dokter spesialis THT.



BERITA TERKAIT: